Proceeding The 2nd International Seminar of Science and Technology : Accelerating Sustainable Innovation Towards Society 5.0

Society 5.0 paradigm offers a refinement of the 4.0 concept, emphasizing the balance between modern technology, such as ICT and artificial intelligence (AI), in harmony with society and the natural environment. In Society 5.0 paradigm, the leading emphasis/actor is human, by creating novel scientific findings relevant to value and wisdom, thus able to reduce economic inequality and create global prosperity. Such a positive impact on the global scale is in accordance with the stated purpose of the Sustainable Development Goals, established by the United Nations in the General Assembly in 2015. To support this global movement, we, as the committee of the 2nd International Seminar of Science and Technology 2022, propose a theme of “Accelerating Sustainable Innovation toward Society 5.0”. We classified the theme into three sub-topics: Science and Mathematics for Innovation, Sustainable Food Agriculture, Environmental Engineering and Sustainable Development.

Science and Technology For Society 5.0

buku ini berisi kajian perkembangan sains dan teknologi menghadapi era society 5.0 dari sudut pandang berbagai bidang ilmu. Society 5.0 atau masyarakat 5.0 merupakan suatu era masyarakat yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahannya dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir dari perkembangan sains dan teknologi. Konsep society 5.0 atau yang dikenal dengan super smart society atau masyarakat super cerdas, dikenalkan pertama kali oleh pemerintah Jepang, yang menekankan bahwa teknologi harus menjadi bagian dari manusia itu sendiri. Konsep society 5.0 merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep yang telah ada sebelumnya mulai dari era society 1.0 hingga 4.0.

Open and Distance Education In Asia : Good Practice From AAOU Members

Distance Education has a long history in Asia and is continuously evolving, creating a significant amount of human capital and economic growth, it is imperative to track this progress, particularly as it is practiced by open universities. As the largest OU association in Asia, AAOU, feels compelled to do this. The book would initially include chapters produced by each institutional full member of AAOU. However, due to time constraints, only eight chapters – written by the Korea National Open University (KNOU), Open University of China (OUC), Open University of Japan (OUJ), Open University Malaysia (OUM), Open University of Sri Lanka (OUSL), Sukhothai Thammathirat Open University (STOU) of Thailand, University of the Philippine Open University (UPOU), and Universitas Terbuka (UT) of Indonesia – are included in this book. Each chapter provides a thorough explanation of the origins, growth, and development of DE in the respective country as well as the evolution of the country’s open university.

38 Tahun Universitas Terbuka : Bangkit dan Maju Bersama dalam Tatanan Baru UT PTN BH

Pada Dies Natalis ke-38 Universitas Terbuka, tema yang diusung adalah “Bangkit dan Maju Bersama dalam Tatanan Baru UT PTN BH”. Sesuai dengan tema tersebut, segenap civitas academica UT bersama-sama bekerja keras mewujudkan visi, yaitu menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTJJ) yang berkualitas dunia.

Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta : Bunga Rampai Anggota FRPKB tentang Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta

Buku “Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta” merupakan sebuah dokumentasi perspektif para pimpinan perguruan tinggi terkait ide-ide dan gagasan-gagasan besar yang dimiliki dan pernah diungkapkan oleh dua tokoh pendiri bangsa, Soekarno-Hatta. Hal tersebut terlihat dari topik-topik tulisan yang disajikan dalam buku ini sebagai upaya untuk melestarikan semangat dan nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa, Soekarno-Hatta mulai sejak pergerakan mewujudkan kemerdekaan hingga upaya mempertahankan serta mengisi kemerdekaan melalui semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia yang diteladankan sebagai pimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah merdeka. Buku ini menjadi sebuah respons dan kontribusi positif untuk menghadapi tantangan yang hadir ditengah derasnya aruh disrupsi, baik disrupsi perubahan iklim, dirupsi revolusi industri 4.0 maupun disrupsi akibat pandemi Covid-19 dan untuk memberikan penguatan semangat dan komitmen nasonalisme dari generasi ke generasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pendidikan Untuk Generasi Z : Refleksi dan Inspirasi Penerapan TIK untuk Pendidikan

Buku ini sangat tepat untuk para pendidikan (Dosen, Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, dan ASN di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Provinsi, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, juga kementerian lain yang menyelenggarakan pendidikan) serta masyarakat yang memiliki anak pada usia sekolah dan mahasiswa.

Membangun SDM Unggul Melalui Digital Learning Ecosystem

Dalam rangka mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) berkualitas dunia, Universitas Terbuka (UT) senantiasa berbenah diri dan berinovasi dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan PTTJJ. Salah satunya adalah dengan optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam penyediaan layanan kepada mahasiswa dan masyarakat publik. Memasuki usianya yang ke-37 tahun, UT perlu mempertimbangkan kembali bagaimana layanan yang ditawarkan benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan seluruh pihak terkait.

Perspektif Milenial Pendidikan Jarak Jauh

Universitas Terbuka sebagai pionir penyelenggara pendidikan jarak jauh (PJJ) kini semakin memantapkan perannya sebagai Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) untuk menuju cyber university. Metode pendidikan yang diterapkan Universitas Terbuka sudah didesain sedari awal pendiriannya dan bukan disebabkan adanya pandemi Covid-19. Kami, dosen generasi milenial, sebagai pewaris pemangku kebijakan dan pelaksana senantiasa mencoba memahami konsep pendidikan jarak jauh dan pembelajaran jarak jauh. Penempatan unit kerja yang berbeda dan pengalaman selama bergabung bersama Universitas Terbuka semakin membuka perspektif kami tentang pelaksanaan PJJ. Kami mengemas perspektif tersebut dalam Antologi ini. Pembahasan buku antologi ini mencakup metode pembelajaran seperti media pendidikan yang digunakan, bantuan belajar, teknologi, pelaksanaan praktikum hingga mertamorfosis Universitas Terbuka menghadapi berbagai tantangan zaman. Tantangan dan kegelisahan telah kami ungkapkan. Kami berharap Universitas Terbuka selalu terdepan dalam mendesain inovasi pembelajaran jarak jauh dan tetap menjadi pionir. Buku antologi ini juga mengisahkan beberapa isu terkait peran pemerintah, kendala teknologi, serta laboratorium sains dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh. Semoga kehadiran buku ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Pemerintah Desa, Nagari, Gampong, Marga, dan Sejenisnya Pemerintahan Tidak Langsung Warisan Kolonial yang Inkonstitusional (Edisi 2)

Buku edisi kedua, berdasarkan respons positif dari Prof. Dr. Bagir Manan dan masukan dari sidang pembaca ditambahkan beberapa hal. Pertama adalah Kata Sambutan Rektor UT, Kata Sambutan Ketua MPR RI, dan Prof. Dr. Bagir Manan, Profesor Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran, Ketua Mahkamah Agung RI 2001-2008, dan Ketua Dewan Pers dua periode (2010 – 2013 dan 2013 – 2016). Kedua adalah perubahan letak Penutup yang semula sebagai Bab 11 menjadi bagian tersendiri tanpa kata “Bab 11” yang diletakkan sesudah Lampiran. Ketiga, Lampiran diurutkan sesuai dengan tahunnya. Keempat, penambahan Glosarium sesudah Penutup. Dan Kelima, penambahan Indeks sesudah Glosarium. Di samping itu juga dilakukan revisi kecil pada Penutup.