Page 35 - Pendidikan IPS : Konstruktivistik da Transformatif
P. 35
NASKAH BUKU BESAR PROFESOR UNIVESITAS TERBUKA
dikemukakan oleh sejarawan Henry Johnson, Bestor dengan sinis
26
berkomentar bahwa sesungguhnya istilah ‘social studies’ tersebut sama
sekali tidak jelas, cenderung pada pendidikan ‘fadisme’ [hanya mengikuti
mode], serta telah melecehkan ilmu-ilmu sosial (sejarah) (Lybarger, 1991).
Pengembangan dasar-dasar pemikiran ke arah PIPS berbasis
intelektual-keilmuan, diawali dengan lahirnya kesepakatan di dalam
pertemuan pertama NCSS tanggal 28-30 Nopember tahun 1935 (14
tahun setelah berdiri) bahwa “Social Sciences as the Core of the Curriculum”
(Lybarger, 1991). Dilanjutkan dengan publikasi tiga karya historiografi
PIPS di bawah mandat NCSS. Ketiga karya tersebut, yakni dari Henry
Johnson (1932), Rolla M. Tyron (1934), dan Edgar Wesley (1937) yang
kental dengan orientasi intelektual-keilmuan (Lybarger, 1991).
Karya Johnson, salah seorang anggota CSS, berjudul “The Social
Sciences as School Subject” (1932). Fokus utama kajiannya pada
“rekomendasi-rekomendasi yang dipandang baru dan paling penting”
yang pernah dihasilkan oleh CSS tahun 1916. Di dalam karyanya
tersebut, Johnson berkesimpulan bahwa ilmu-ilmu sosial (sejarah dan
geografi nasional) perlu dijadikan bahan kajian utama dalam PIPS untuk
merangsang dan menumbuhkan kesadaran nasional atau nasionalisme
pada diri siswa; dan program PIPS selama ini dikembangkan atas dasar
minat dan kebutuhan siswa pada masa sekarang.
Seperti halnya Johnson, Tyron kolega Johnson di CSS, dalam
tulisannya “An Introduction to the History of the Social Sciences in Schools”
(1934) yang memfokuskan pada kajian tentang “signifikansi ilmu-ilmu
sosial sebagai materi pelajaran di sekolah”, juga berkesimpulan bahwa
ilmu-ilmu sosial ayak dan penting dijadikan sebagai materi pokok yang
perlu dimasukkan ke dalam kurikulum PIPS. Alasannya, karena ilmu-
ilmu sosial hasil karya terpadu antara para guru besar perguruan tinggi,
guru SD dan SLTP, serta para administrator pendidikan, serta mendapat
dukungan dari kelompok-kelompok masyarakat terpelajar, organisasi-
organisasi profesional, kelompok-kelompok civic dan persaudaraan,
serta asosiasi-asosiasi pendidikan, seperti Asosiasi Sejarawan Amerika
(AHA), Asosiasi Pengacara Amerika (ABA), Liga Kotapraja Nasional (NML),
Liga Keamanan Nasional (NSL), dan Asosiasi Pendidikan Nasional (NEA).
Karya terakhir berasal dari Wesley, salah seorang staf CSS
berjudul “The Teaching the Social Studies” (1937). Karya Wesley tersebut
sesungguhnya bukan bagian dari laporan karya historiografi yang
ditugaskan oleh NCSS, karena Wesley tidak menulis bagian apapun
dari laporan tentang sejarah PIPS seperti diminta oleh NCSS. Karya
Wesley tersebut hanya sebagai buku teks tentang sejarah PIPS, tidak
dalam rangka sebagai laporan terhadap NCSS. Akan tetapi, kemudian