Page 32 - Pendidikan IPS : Konstruktivistik da Transformatif
P. 32
PENDIDIKAN IPS KONSTRUKTIVISTIK DAN TRANSFORMATIF
Mengingat pentingnya “community-civics” dalam keyakinan 23
epistemologis CSS, dalam dokumen tahun 1913 merekomendasikan
agar hal tersebut sudah harus dimulai sejak tahun-tahun awal pendidikan
dasar. Berkaitan dengan itu, CSS juga secara khusus memberikan
panduan mengenai tujuan-tujuan khusus, dan metode pembelajaran
PIPS dalam konteks “community-civics”.
Tujuan-tujuan khusus komunitas kewarganegaraan adalah untuk
membimbing siswa agar mampu: (1) mencermati arti penting dan
signifikansi unsur-unsur kemakmuran komunitas, terutama kaitannya
dengan diri mereka dan dengan komunitas-komunitas di mana ia adalah
anggotanya; (2) memahami agen-agen sosial, baik pemerintah maupun
swasta yang keberadaannya dimaksudkan untuk bergiat melindungi
unsur-unsur kemakmuran masyarakat.; dan (3) mengenal tugas dan
tanggungjawab kewarganegaraannya, sekarang dan masa mendatang,
serta memberikan respon kepadanya dalam bentuk tindakan nyata.
Sedangkan metode pembelajaran “community-civics” yang disarankan
adalah: (1) fakta-fakta sosial (social facts) digunakan sebagai dasar
untuk menentukan metode; dan (2) topik (topic) digunakan sebagai
pendekatan pembelajaran (approach to the topic) (Barnard, Carrier,
Dunn, & Kingsley, 1915; Saxe, 1991)
Sejumlah prinsip pembelajaran PIPS yang berorientasi pada
“community civics” yang direkomendasikan oleh CSS untuk dipenuhi
dalam pelaksanaannya di sekolah adalah:
1. arahkan siswa bahwa minat-diri sebagai bukti akhir
2. arahkan siswa bahwa minat-diri tersebut pada fitrahnya lebih
bersifat sosial dan didasarkan pada minat orang lain atau minat-
bersama
3. perkokoh siswa dengan motif yang kuat sehingga mampu
membimbing mereka untuk berbuat sesuatu (bertindak). Tekankan
kepada siswa bahwa motif tersebut terdapat di dalam akal sehat
(common sense), yang di dalamnya juga terdapat minat mereka
(Saxe, 1991).
Pandangan yang telah dibangun dan dikembangkan oleh CSS
dalam rekomendasi tahun 1913 dan 1915, semakin ditegaskan di dalam
“immediate reception” CSS pada tahun 1916, seperti dimuat di dalam
laporan berjudul “The Social Studies in Secondary Education” (Dunn,
1916). Laporan diawali dengan definisi “social studies” sebagai berikut.
“Social studies are understood to be those whose subject matter relates
directly to the organization and development of human society, and to
man as a member of social groups” (h.9).