Page 107 - Pendidikan IPS : Konstruktivistik da Transformatif
P. 107
NASKAH BUKU BESAR PROFESOR UNIVESITAS TERBUKA
Prinsip ini penting agar tema betul-betul memiliki makna bagi
98
dirinya, lebih realistik dan bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi
kenyataan hidup; tidak melepaskan siswa dari pokok materi yang
terdapat di dalam pengalaman hidup (the subject matter of life-experience)
yang akan menyebabkan minat sosial siswa yang permanen akan hilang.
Selanjutnya, tema-tema tersebut dikembangkan secara sirkular,
spiral atau siklusial ke lingkup yang makin luas ke arah tema-tema
yang “tidak berkaitan langsung” atau “jauh” dengan pengalaman dunia
kehidupan sosial nyata keseharian siswa. Pola tersebut dipandang
sangat bermanfaat bagi siswa untuk memodifikasi dan sekaligus
memperluas struktur pengetahuan, domain pengalaman, jaringan
struktur internalnya (pengetahuan, nilai, sikap, dan tindakan), dan
identitas kulturalnya sebagai konteks bagi terjadinya rekonstruksi-
rekonstruksi, yang sesungguhnya menjadi esensi di dalam kurikulum
konstruktivistik.
Tema dijadikan sebagai pengorganisasi materi didasarkan
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut (Farisi, 2005):
(1) lebih memungkinkan siswa memahami dan mengkaji topik-
topik, gagasan-gagasan, kejadian-kejadian, praktik-praktik,
proses-proses, dan/atau masalah-masalah, secara komprehensif
(pendekatan, pengertian, nilai, keterampilan, sumber, dll), dan
penuh apresiatif dalam suatu jalinan atau keterkaitan yang utuh
dan bermakna;
(2) karena sifatnya yang komprehensif dan apresiatif, sangat
dimungkinkan menyediakan pengalaman-pengalaman, dan
aktivitas-aktivitas belajar, sehingga diharapkan dapat melatih dan
mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa (personal-sosial-
intelektual) secara “wide range”;
(3) memungkinkan siswa menemukan karakter atau latar dari setiap
gagasan-gagasan, kejadian-kejadian, praktik-praktik, proses-
proses, dan/atau masalah-masalah yang dikajinya, yang dipandang
penting untuk merangsang pemunculan dorongan-dorongan
dasar yang terapat di dalam dirinya;
(4) membantu siswa secara mandiri mengembangkan kriteria-kriteria
yang bisa digunakan di dalam mengasses berbagai situasi sosial
yang termuat di dalam gagasan-gagasan, kejadian-kejadian,
praktik-praktik, proses-proses, dan/atau masalah-masalah yang
dikajinya;
(5) membantu siswa memperkuat daya ingat (retention) siswa karena
mereka dapat mengaplikasikan secara langsung pengetahuan,
nilai, keterampilan, dan sikap personalnya melalui tema yang
dikajinya.