Page 59 - Institusi Pendidikan Tinggi Di Era Digital: Pemikiran, Permodelan, Dan Praktik Baik
P. 59

46  Institusi Pendidikan Tinggi di Era Digital: Pemikiran, Permodelan dan Praktek Baik


        berurusan  dengan  trade-off  antara  peningkatan  jumlah  mahasiswa,
        menaikkan biaya kuliah, dan mempertahankan kualitas pendidikan. Kualitas
        pendidikan  yang  rendah  menyebabkan  penurunan  jumlah  siswa  yang
        berdampak  pada  penurunan  sumber  daya  keuangan  yang  akhirnya
        mengakibatkan  penurunan  kualitas  pendidikan  di  PTS.  Faktor  yang
        mempengaruhi  kemampuan  PTS  untuk  mempertahankan  keberlanjutan,
        baik faktor internal dan eksternal, antara lain: (1) persaingan dengan PTN
        dan PT luar negeri; (2) kesempatan kerja yang berkurang untuk lulusan; dan
        (3) manajemen internal (Anwar dan Pratolo, 2012).
            Kajian  UG  masih  jarang  dan  hasilnya  belum  konklusif  misalnya  kajian
        Muhi  (2010)  dan  Boozerooj  (2006).  Beberapa  tantangan  utama  kajian  UG
        antara  lain:  1)  belum  adanya  model  governance  yang  cocok  untuk  semua
        kondisi dan jenis PT; 2) sedikitnya kajian hubungan UG dengan kinerja, dan
        3) tidak dapat dipisahkan dari UG dengan konteksnya (Quyen 2014; Muhi,
        2010;  Boozerooj,  2006).  Oleh  karena  itu  artikel  ini  bertujuan
        mengungkapkan kaitan GUG dengan Kinerja PT. Diharapkan artikel ini dapat
        memberikan sumbangan pemikiran dan bukti akan pentingnya GUG, selain
        untuk  mengatasi  berbagai  persoalan  yang  dihadapi  PT  juga  untuk
        mewujudkan kinerja yang optimal.

        A.  GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE (GUG)

            Governance berbagai jenis organisasi, publik atau privat, non-profit atau
        for-profit, sektor dan industri tergantung pada karakteristik masing-masing
        organisasi  (Quyen,  2014).  University  governance  didefinisikan  sebagai
        bentuk  dan  proses  konstitusional  ketika  universitas  mengatur  urusannya
        sendiri  (Shattock,  2006).  Governance  adalah  cara  dimana  kekuasaan  atau
        otoritas  digunakan  organisasi  dalam  mengalokasikan  dan  mengelola
        sumberdaya.  Governance  melibatkan  kebijakan  dan  prosedur  untuk
        pengambilan  keputusan  dan  pengendalian  atas  pengarahan  dan
        pengelolaan organisasi agar efektif (Carnagie, 2009). Hal tersebut mengacu
        kepada  praktik  yang  mengharuskan  adanya  pengawasan,  pengendalian,
        pengungkapan,  dan  transparansi  (Harris  and  Cunningham,  2009),  struktur
        universitas,  delegasi  dan  pengambilan  keputusan,  perencanaan,  koherensi
        organisasi dan pengarahan (Considine, 2004).
             PT  sebagai  sebagai  pusat  pengembangan  ilmu  dan  teknologi
        diharapkan  mampu  meningkatkan  peranannya  dalam  memajukan  dan
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64