Page 11 - Pendidikan IPS : Konstruktivistik da Transformatif
P. 11
NASKAH BUKU BESAR PROFESOR UNIVESITAS TERBUKA
2 A. PENDIDIKAN IDEAL
Pendidikan yang ideal hakikatnya selalu bersifat antisipatoris dan
prepatoris, yakni selalu mengacu ke masa depan dan mempersiapkan
generasi muda untuk kehidupan masa depan yang jauh lebih baik,
bermutu, dan bermakna. Apa dan bagaimana pendidikan ideal dengan
sifatnya yang antisipatoris dan prepatoris seperti itu, berbeda bagi setiap
bangsa dalam melihat dan menghadapi masa depannya.
Bagi bangsa Indonesia, kondisi, tantangan, dan masalah masa
depan yang harus dihadapi berkaitan dengan pengembangan kualitas
dan kemandirian manusia Indonesia yang memungkinkannya mampu
dan proaktif menjawab tantangan globalisasi, baik di bidang sosial,
budaya, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, maupun teknologi. Dalam
konteks ini, pendidikan memiliki fungsi dan peran strategis. Pendidikan
yang ideal bagi bangsa Indonesia, adalah pendidikan yang secara aktif
mampu mengembangkan kapasitas, kemampuan, dan watak peserta
didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan pembangunan
peradaban bangsa yang bermartabat di dunia internasional.
Berpijak pada pemikiran itu pula, maka setiap komponen dalam
sistem pendidikan nasional (dasar pemikiran; prinsip penyelenggaraan
dan pengelolaan; jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; kurikulum;
pendidik dan tenaga kependidikan; sarana dan prasarana; partisipasi
masyarakat; dan sistem evaluasi, akreditasi dan sertifikasi) secara sinergis
dan integratif harus mengacu dan mendukung tercapainya kondisi
pendidikan ideal dimaksud.
Pendidikan IPS (PIPS) sebagai salah satu komponen programatik
dalam sistem pendidikan nasional, sesungguhnya banyak diharapkan
untuk mendukung tercapainya tujuan ideal pendidikan. Seperti
dikemukakan oleh National Commission for Social Studies (NCSS, 1994),
bahwa tidak ada satupun cabang kurikulum sekolah yang lebih sentral
daripada PIPS. Sejarah dan pertumbuhan penting dari PIPS semenjak
abad lampau merupakan sebuah catatan yang sangat membanggakan,
serta memberikan suatu keyakinan bahwa PIPS hingga kini tetap
sangat dibutuhkan bagi anak. Senada dengan itu, Stanley (1985) juga
berpandangan bahwa walaupun semua matapelajaran di sekolah
bernilai atau berharga bagi anak, akan tetapi menurutnya, tidak ada
yang lebih mendasar dan lebih penting daripada PIPS.
Akan tetapi, dalam implementasinya, PIPS juga dihadapkan pada
persoalan yang sama. Sejumlah korelat yang dipandang menjadi
penyebab PIPS kurang efektif untuk mendukung tercapainya tujuan
pendidikan yang ideal diantaranya adalah subtansi materi (konten),