Page 27 - Universitas Terbuka di Era Informasi
P. 27

UNIVERSITAS TERBUKA DI ERA INFORMASI

                      6.   E-mobile/mobile learning: Pembelajaran mobile

                      Perkembangan peralatan komunikasi  mobile pada era tahun 2000-an
                      yang sedemikian pesat ditunjang dengan kemajuan teknologi telah
                      memungkinkan adanya akses  pembelajaran  mobile  yang  menggunakan
                      teknologi tanpa kabel. Seperti yang dikemukakan oleh Naismith, Lonsdale,
                      Vavoula, dan Sharples (2004) bahwa perangkat teknologi yang mudah dibawa
                      telah memungkinkan belajar secara lintas lokasi. Belajar tidak lagi dibatasi
                      oleh ruang dan lokasi. Secara lebih khusus,  O’Malley, Vavoula, Glew, Taylor,
                      Sharples, dan Lefrere (2004) mendefinikan pembelajaran  mobile sebagai
                      bentuk pembelajaran yang dapat terjadi dimanapun peserta didik berada,
                      lokasi tidak tetap dan tidak dapat ditentukan.  Pendapat O’Malley, dkk.(2004)
                      tersebut menggarisbawahi keuntungan yang dapat diperoleh oleh peserta
                      didik untuk dapat memperoleh pendidikan dimanapun mereka berada melalui
                      peralatan mobile. Menurut Laurillard (2007) pembelajaran mobile merupakan
                      pembelajaran dalam bentuk digital yang dapat digunakan oleh guru karena
                      mudah disesuaikan, bersifat penelitian, komunikatif, kolaboratif, dan produktif
                      yang dapat digunakan di lokasi terpencil yang mampu menawarkan berbagai
                      macam konteks yang terkait dengan pembelajaran.  Berdasarkan definisi-
                      definisi tersebut, Miftah (2012) melihat 3 unsur pokok dari persyaratan dalam
                      pembelajaran mobile, yaitu: (1) pemanfaatan jaringan internet, (2) tersedianya
                      fasilitas layanan belajar bagi peserta didik dan (3) tersedianya fasilitas layanan
                      bagi tutor untuk memberikan bantuan terhadap peserta didik.
                      Pemanfaatan  TIK yang bersifat  mobile telah memungkinkan proses
                      pembelajaran menjadi lebih mudah. Hal ini dicermati oleh Miftah (2012)
                      yang mengamati setidaknya terdapat empat (4) manfaat dari pembelajaran
                      mobile yaitu:  pertama, peningkatan kadar interaksi pembelajaran antara
                      peserta didik dengan tutor/pendidik, antar peserta didik, maupun antara
                      peserta didik dengan bahan pembelajaran (enhance interactivity).  Kedua
                      adalah kemungkinan terjadinya interaksi darimana dan kapan saja (time and
                      place  flexibility).  Ketiga, pembelajaran mobile dapat menjangkau peserta
                      didik secara lebih luas (potential to reach a global audience). Manfaat keempat
                      adalah adanya kemudahan dalam memperbaharui dan menyimpan materi
                      pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).


                                                                                  17
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32