Kebiasaan membaca masyarakat terus bertransformasi memasuki tahun 2025, ditandai dengan meningkatnya digitalisasi dan personalisasi dalam menikmati bahan bacaan. Salah satu tren yang menonjol adalah hadirnya buku interaktif berteknologi augmented reality (AR), yang memungkinkan pembaca — terutama generasi muda — mengalami cerita secara lebih mendalam melalui gambar maupun animasi yang muncul langsung dari halaman buku.

Di sisi lain, teknologi kecerdasan buatan (AI) turut mengubah cara pembaca menemukan bacaan baru. Dengan menganalisis preferensi genre, penulis favorit, hingga riwayat ulasan sebelumnya, sistem AI kini mampu memberikan rekomendasi buku yang jauh lebih personal dan relevan bagi tiap individu.

Kombinasi digitalisasi dan personalisasi ini diprediksi akan terus berkembang, membentuk ekosistem literasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pembaca modern.